5.02.2014

TIDAK MUDAH JADI PEMIMPIN

oleh : bung hatta,

Kisah ini menginspirasi kita untuk mengetahui tanggung jawab masing masing sesuai dengan kompetensi yang kita miliki dan sebagai tanggung jawab yang kita emban, memang kita di haruskan melakukan yang terbaik buat diri kita dan orang lain.
Di kisahkan,  ada seorang sopir dimana sopir ini mempunyai latar belakang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) namun sopir ini selalu saja ingin belajar banyak hal dengan cara apapun. Job Desk (tugas dan tanggung jawab) sopir ini sudah jelas yakni mengantar dan menjemput atasannya berserta keluarganya. Suatu ketika sopir ini berfikir serta memperhatikan majikannya sampai - sampai ia sering betanya dalam hatinya, apakah yang sering di kerjakan oleh atasannya? Kerjanya hanya menelpon, rapat, diskusi, hadiri kondangan, berangkat ke Jakarta - Eropa, gajinya pasti besar, Waaah! enak benar yah jadi Direktur, kerjanya sangat mudah, gumannya dalam hati. Begitu seterusnya pertanyaan yang ingin sekali ia katakan dengan atasanya tapi segan, ragu, jangan sampai atasanya tersebut tersinggung sehingga akan berakibat pada karirnya.

Pada suatu kesempatan, sopir tersebut diangkat menjadi Koordinator kendaraan dan mengkoordinir sopir - sopir yang berjumlah puluhan orang, dengan kata lain dia mendapat jabatan seorang supervisor berkat keinginannya untuk belajar. Tugas sang sopir tersebut selalu mengecek, mengkoordinasikan dengan temannya terkait memantainance kendaraan, mengaturkan jadual tugas sopir - sopir yang dibawahinya.
Suatu ketika sopir tesebut di minta untuk membuat laporan pertanggung jawaban selama ia betugas menjabat sebagai supervisor. Ia sibuk mengurus urusannya untuk mempertanggung jawabkan kegiatannya sebagai supervisor pada rapat yang di laksanakan  setiap akhir tahun.
Tiap hari si sopir ini sibuk mempersiapkan laporannya, ia meminta staffnya untuk membuatkan program pembelian spart mobil. Sesampainya di rumah, ia di telpon lagi oleh stafnya menanyakan tentang program kerjanya, dan seterusnya. Tatkala si sopir tersebut merebahkan badannya di ranjang dan menatapi langit – langit kamarnya, tiba – tiba Ia tersadar, kalau ia pernah berfikir sungguh enak menjadi direktur. Kalimat yang pernah terngiang - ngiang dalam benak dan pikirannya tentang kerja direktur yang enak, dan akhirnya terjawab sudah dengan sendirinya. Memang sangat susah menjadi direktur (pimpinan),  ternyata tanggung jawabnya sangat besar sekali. Sudah saya bayangkan, saya saja yang di tugaskan sebagai koordinator yang membawahi hanya puluhan sopir ternyata sangat berat apalagi direktur saya. Dia tidak hanya sekedar menelpon, dia mencari jaringan (networking) untuk menjalin kerja sama, dia tidak hanya sekedar jalan - jalan ke Eropa, dia ke Eropa untuk menanda tangani kontrak kerja sama untuk kelangsungan perusahaan yang ia pimpin. Ia tidak hanya sekedar rapat dan diskusi, Ia rapat untuk memintai pertanggung jawaban bawahannya (manajernya) sesuai komitmen yang mereka buat dalam bentuk program kerja, ia mengevaluasi karyawannya bahkan berfikir kesejahteraan karyawannnya, walaupun karyawannya belum tentu memikirkan pimpinannya. Ia rela meninggalkan keluarganya pagi hari samapai malam hari hanya untuk perusahaan, dan di saat kita (karyawan) tertidur nyenyak di rumah, dia justru tidak bisa tidur memikirkan perkembangan perusahaan yang ia pimpin. "Sungguh begitu besar tanggung jawab pimpinan itu, ternyata tidaklah mudah menjadi seorang pimpinan "  sesal sopir itu dalam hati tatkala mengingatnya.

Pesan Moral, bahwa setiap orang bisa jadi memimpin namun yang di pilih sesuai dengan kemampuan memimpinnya. kisah sang sopir tersebut memiliki mind set yang salah karena menganggap tugas memimpin itu mudah (gampang) tetapi begitu di berikan amanah yang kecil sudah mengeluh. Pemimpin itu harus berlaku adil, jujur dan amanah sebagai mana sabda Rasulullah SAW,
"Bahwa orang yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan orang yang terdekat dengan-Nya ialah pemimpin yang adil; sedangkan orang yang paling jauh dengan-Nya adalah pemimpin yang jahat." (HR Tirmidzi).
"Sebaik-baiknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun mencintamu; kamu menghormati mereka dan merekapun menghormati kamu. Pun sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepada kamu. Kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknatmu." (HR Muslim).

Semoga Bermanfaat


Wassalam, 01 Mei 2014
Lion Air JT 675 Balikpapan - Makassar
hattaalwi@hotmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar