5.04.2017

Ilmu lebih "Mulia" dari Ibadah

Oleh :
Bung Hatta

Saya pernah Menjabat sebagai sekertaris rektor dan senat di salah satu perguruan tinggi di bagian indonesia timur, saya banyak "mencuri" ilmunya pak rektor. Tiap hari saya berdiskusi bahkan saya di berikan nasehat nasehat dalam meningkatkan etos kerja saya. Hal yang paling saya garis bawahi adalah dimana beliau mengatakan bahwa ILMU itu akan mengantarkan kita ke sorga dan melindungi kita dari kemiskinan. Pak Rektor bercerita tentang kisah seseorang yg hidup kaya raya, ketika dia hendak wafat dua hal yg diwariskan kepada anak-anaknya. Anak pertama mendapatkan warisan buku - buku dan anak kedua mendapatkan sepertiga hartanya dan sisanya dia wakafkan di beberapa panti dan yayasan. Anak pertama mendapatkan warisan buku-buku, tiap harinya di membaca, mengamalkan apa yang dia baca sehingga dia tumbuh dan besar menjadi seorang profesor terkaya, sedangkan anak keduanya, harta yang di wariskan dia belanjakan ke pendidikan dengan kata lain dia kuliah dan menjadi pengusaha ternama. Kedua saudara tersebut saling mengisi dan memberi nasehat sehingga mereka sukses.
ILMU itu ibarat anti virus (anti kemiskinan), dia otomatis akan menolak apabila kemiskinan menyerangnya dan sebaliknya apabila kita mengamalkan maka kita akan mendapatkan uang dan pahala. Bila kita seorang tenaga pengajar / pendidik ilmu yang kita ajarkan membuat seseorang sukses dalam karir maka kita tetap akan berkontribusi terhadap keberhasilannya.
"Indikator keberhasilan dari guru atau dosen adalah mampu menciptakan manusia yg unggul dan jika anak didiknya berhasil".

ILMU yang kita miliki apabila kita mengamalkan maka kita akan mendapatkan amal jariah yang tidak pernah putus. Sesuai sabda Rasulullah, "amalkanlah ilmu mu walaupun sebesar biji zarrah"

Diriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata: Disebutkan kepada Rasulullah SAW tentang dua orang, yaitu seorang ahli ibadah dan seorang ahli ilmu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian." Setelah itu beliau melanjutkan, "Sesungguhnya Allah, para malaikat, para penduduk langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya, dan para ikan mendoakan pengajar kebaikan pada manusia." (HR At-Turmidzi).

Dikutip dari republika.co.id, mengatakan bahwa IBADAH adalah sebuah kemuliaan, tapi jauh lebih mulia ilmu dan orang-orang yang memilikinya. Demikian utama orang berilmu di atas ahli ibadah, hingga Rasul dalam hadis di atas mengumpamakan kemuliaan dirinya dengan orang yang paling rendah di antara para sahabatnya. Perumpamaan ini analog dengan perumpamaan "bagaikan langit dan bumi" karena sangat jauhnya.


@ Nagoya Plasa, 03 Sept 2016
#edisi, introspeksi diri
hattaalwi@hotmail.com

1 komentar: